Kamis, Oktober 25, 2007

MY SPECIALPOWER 3

ADA ANAK, ADA REJEKI

Pernikahan dimulai. Perjalanan hidup dimulai.

Mulai dari rumah kontrakan kecil, agak besar sampai besar. Gak terasa kontraknya sampai 11 tahun. Sebuah ukuran yang saya gak tau, terlalu lama kontrak rumahnya atau standarnya memang begitu.

Lalu, lahirlah anak anak tercinta selama masa kontrak kontrak rumah.
Tutuko Ninar Novianto,

Nirbito Ninar Anggoro,
Bagus Ninar Sulistyawan,
Semua laki laki. Jadi satu rumah yang paling cantik adalah ibunya.

Pada saat mempunyai anak pertama laki laki,kedua laki laki, ketiga laki laki (meninggal ketika usia kandungan 8 bulan), anak ragil laki laki lagi, saya dan isteri langsung berfikir. Apakah Tuhan memang hanya mempercayakan anak laki laki ke keluarga kami ? Sebuah pertanyaan yang memerlukan jawaban tidak sederhana. Sebuah pertanyaan yang memerlukan jawaban atas pengendapan pikiran.

Akhirnya kami sadar atas kehendak Alloh bahwasanya semua diberi atas kuasanya.
Atas kemampuan yang bisa kami sandang.
Kamipun bersyukur dan selalu bersyukur.
Dengan anak laki laki yang kami miliki, yang kami sayangi, yang kami cintai semuanya membawa berkah sesuai dengan kapasitas yang kami jalani.
Sesuai dengan kapasitas kenyataan hidup dan kehidupan yang kami laksanakan.

Terima Kasih Gusti Alloh.
Telah Engkau berikan yang terbaik bagi keluarga kami.


MY SPECIAL POWER 2

KERAJAAN BARU, KELUARGA BARU

Masa kuliah sudah saya selesaikan tepat pada waktunya. Sambil kuliah, saya juga punya kegiatan tambahan.
Pacaran. Pacaran selama 6 tahun. Masa yang penuh dengan segala pernak perniknya, Yha terus, yha mandeg. yha terus. Wis pokoke seru...

Setelah lulus kuliah saya kerja menjadi guru di STM Malang. Setahun kerja, datanglah saatnya yang merubah seluruh hidup saya. Menikah. Dengan siapa ? Yha dengan orang yang saya pacari selama 6 tahun itu. Jarweni Meindarwati.
Menikah merupakan sesuatu yang misterius. Tiba tiba seseorang yang saya cintai setengah mati, ternyata jadi juga menjadi isteri saya. Gimana gak misterius. Istri saya adalah teman SMP. Teman SMA. Teman les. Teman kelompok belajar. Teman makan mangga. Teman makan jambu. Saya sudah kenal lamaaaaaaa banget. Misterius ditangan gusti Alloh..


Selasa, Oktober 23, 2007

MY SPECIAL POWER 1


PERJALANAN YANG SEDERHANA


Saya dilahirkan dari keluarga yang sederhana. Ketika saya lahir, Bapak saya, Madijo, BA, masih sebagai seorang guru SD sedangkan ibu saya seorang ibu rumah tangga biasa. Saya mempunyai seorang kakak laki. Adik 2 perempuan dan satu laki laki.
Hidup dijalani dengan apa adanya. Akhirnya Bapak saya jadi Kepala Sekolah SD selama kurun waktu hampir 15 tahun.
Sebagai seorang guru SD, cita cita bapak saya sangat sederhana, anak anaknya harus sekolah. Segala cara untuk bertahan hidup ditempuh. Dengan segala cara pula, kami dibentuk dan diasah untuk menjadi anak yang mau membaca dan belajar. Akhirnya, kami mulai bisa sekolah.
Yang juga berbuat untuk kemajuan anak anaknya adalah Ibu saya. Siti Sulasmini. Ibu yang berasal dari desa. Dari keseharian, saya mendapatkan pendidikan alami yang menempa untuk harus selalu berbuat.
Ibu turut membesarkan saya dan saudara dengan membuat kue kue untuk dijual di paracangan milik orang lain.
Karena keahlian memasak, ibu diundang kesana kemari untuk masak masak dirumah orang yang punya gawe.
Hal ini berlangsung sampai 10 tahun lamanya. Ibu terus berusaha agar anak anaknya bisa sekolah, apapun caranya.
Akhirnya.....
Saya bisa sekolah di SD, SMP teru ke SMA di Madiun.
Karena saya mau belajar, saya akhirnya bisa mendaftar di IKIP Negeri Yogyakarta tapa test. Alhamdullilah. Saya diterima.
Dengan uang Ikatan Dinas sebesar Rp. 25.000 setiap bulan, saya mulai kuliah di kota budaya Yogyakarta.

Senin, Oktober 22, 2007

PERNAK PERNIK LEBARAN 2007 (1)


LEBARAN DI SINGOSARI MALANG

Lebaran tahun 2007 akhirnya datang juga. Tepatnya hari Sabtu,13 Oktober 2007. Ada juga yang merayakan dihari Jumat, khusus untuk Muhammadiyah. Berbeda tapi asyik juga. Bagi saya hari Jumat sudah tidak puasa, karena sudah ada yang berlebaran, tapi saya belum berlebaran. Saya lebaran hari Sabtu, ikut pengumuman dari pemerintah.

Lebaran kali ini terasa agak istimewa. Karena Saya sekeluarga punya anak angkat dari Jerman. Namanya Irene. Sebenarnya Irene Mahasiswa yang sedang magang di VEDC Malang. Berhubung magangnya di Seksi Publikasi, yang berarti juga sebagai staff saya. Irene saya ajak untuk merasakan nikmatnya lebaran sebagai hari besar umat Islam. Maklum, Irene sebagai penganut agama Katolik, dinegaranya gak pernah menikmati lebaran.

Saya sekeluarga plus Irene bersalam salaman dengan tetangga sekitar sebagai perwujudan silaturahim. Maaf maafan. Jabatan tangan. Makan roti kalengan. Makan kue buatan sendiri. Minum sirup disana sini. Slurppp. Kenyangggg....

Dirumah, isteri saya menyediakan kue kue dalam 6 tempat, yang berarti 6 macam. Minumnya jus apel sebanyak 6 doos. Rasanya sampek mblenger. Dan yang nggak lupa, menyediakan sangu untuk anak anak yang datang berlebaran. Untuk anak anak kecil masing masing Rp. 1000. Untuk yang agak besar Rp. 2000 an. Untuk remaja Rp. 5000 an.

Anak anak kecil mulai berdatangan. Pokoknya datang, salaman, diberi uang, langsung pulang. Kadang saya gak ngerti, itu anak siapa. Sehari hari gak pernah ngerti, tiba tiba lebaran datang beramai ramai. Ternyata anak anak datang setelah mendengar bahwa di rumah saya disangoni. Maka yang lain ikut ikut lebaran. Yang penting jabat tangan dan disangoni. Kegembiraan yang didapat setahun sekali. Kegembiraanya seperti kegembiraan saya 40 tahun yang lalu ketika saya baru berumur 7 tahun. Setiap lebaran selalu mencari sangu. SEtelah salaman, selalu menunggu sangu dari si empunya rumah. Biasanya mereka memberi masing masing 2,5 rupiah. No sangu, no pamit. Suguhan jajan saja gak cukup, yang penting sangu. Karena dengan ngumpulkan uang sangu, saya bisa membeli es lilin, sebuah es bentuk kotak yang disunduk dengan lidi. Warnanya merah jingga. Enaknya tiada tara.

Lebaran 2007 ini ada yang ditunggu. Dan, siangnya sekitar jam sepuluh, saat yang ditunggu datang. Sebanyak 35 anak remaja se RW datang berbarengan ke rumah saya. Rame banget. Kue bablas. Minuman amblas. Tapi saya sekeluarga puas. Mereka mulai teriak, sangune pak, sangune bu. Langsung ketika keluar rumah, dipintu keluar saya berdiri sambil nyangoni satu persatu. Masing masing Rp. 5000. Yang sudah nikah masing masing Rp. 10.000. Uangnya mereka lambai lambaikan bahkan ada yang mengelap keringat dengan uang 5 ribuan. Ulah yang natural dari anak muda. Semua rame. Semua gayeng. Semua senang.
Saya lihat Isteri saya Wiwin, Anak tertua Koko, Anak kedua Ninar, Anak ketiga Bagus dan Anak Angkat Irene semua tertawa dibarengi suka. Saya riang bersama mereka.

Alhamdullilah, lebaran kali ini kami sekeluarga bisa berbuat sesuatu yang bermanfaat.




Lebaran, 2007

Bahagia Bersama


Jumat, Oktober 12, 2007

LESS FAVOURED

PEMASARAN LULUSAN PROGRAM LESS FAVOURED KE INDUSTRI

SEBAGAI IMPLEMENTASI PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY
DI PPPGT / VEDC MALANG

Abstraksi
Program LF (Less Favoured) adalah merupakan program sosial PPPGT/VEDC Malang yang diperuntukkan bagi remaja putra maupun putri yang berkemauan keras untuk maju dan berkembang terutama dari kalangan keluarga kurang mampu/ekonomi lemah.
Program ini dilaksanakan dengan harapan mampu untuk membekali peserta dengan kemampuan dan keterampilan dalam bidang skill, kedisiplinan serta etos kerja yang tinggi sehingga setelah program selesai diharapkan peserta memiliki kompetensi yang pada akhirnya mampu dan dapat diterima bekerja di industri.
Hal ini berarti, pengelolaan program LF harus diperbaiki dari tahun ke tahun. Sejalan dengan perkembangan jumlah peserta berarti program Corporate Social Responsibility yang dilaksanakan PPPGT/VEDC Malang mulai terlihat hasilnya.
Kerjasama dari semua stakeholder sangat diperlukan agar program sosial yang mengangkat derajat kaum tidak mampu tidak hanya dalam program tetapi bisa diimplementasikan dalam kehidupan nyata.

Kata Kunci : Less Favoured, Corporate Social Responsibility, Daya Serap Pasar

Latar Belakang
Indonesia dengan pemerintahan baru telah melaksanakan berbagai bentuk reformasi di berbagai bidang guna kepentingan intern maupun agar mampu bersaing dalam percaturan dunia. Selain hal itu pada tahun 1995 Indonesia bersama negara-negara anggota APEC lainnya telah menyepakati Liberalisasi Perdagangan dalam waktu 25 tahun mendatang. Hal ini akan besar pengaruhnya terhadap industri kita. Krisis moneter memiliki pengaruh yang kuat terhadap perilaku perusahaan bahkan pemerintahan. Pada tahun 2003 Indonesia mulai memasuki pasar bebas tingkat ASIA (AFTA) sebagai awal era global.
Di era global tersebut kita dituntut untuk mengimbangi dan meningkatkan sumberdaya melalui upaya-upaya peningkatan mutu, efisiensi, efektifitas, dan fleksibilitas. Semua negara berkembang dilingkungan kita juga melakukan langkah-langkah perbaikan diberbagai aspek.
Pendidikan dan Pelatihan Kejuruan sangat penting untuk pengembangan industri-industri produksi. Perbaikan keterampilan harus disesuaikan dengan inovasi, upaya-upaya kewirausahaan, pengelolaan menyeluruh terhadap unjuk kerja/kinerja - Total Performance Management (TPM), perbaikan mutu dan fleksibilitas perpindahan bidang kerja. Pendidikan dan Pelatihan Kejuruan yang baik akan memberikan keterampilan-keterampilan yang diperlukan tenaga kerja. Ini juga akan sekaligus memberikan dasar-dasar pengetahuan yang diperlukan dalam pengembangan keterampilan, sikap kerja, dan kemampuan untuk dapat dengan cepat menyesuaikan diri terhadap perubahan-perubahan yang akan terjadi di masa depan, termasuk perkembangan teknologi baru. Sumber daya yang dapat diperbaharui dan paling berharga bagi Indonesia ialah keterampilan dan kemampuan rakyatnya.
Indonesia harus memiliki suatu sistem pelatihan dimana pekerja pemula maupun pekerja yang lama, dapat memperoleh keterampilan yang betul-betul diperlukan oleh sektor-sektor produktif dari ekonomi, dan dapat memperoleh sertifikat sebagai bukti keterampilannya. Saat ini Indonesia masih berupaya untuk mewujudkan sistem seperti itu secara nasional. Kita tidak dapat membiarkan begitu banyak orang terkucilkan dari kemungkinan mendapatkan keterampilan kerja.
Sebagian besar pekerja saat ini masih akan bekerja sampai 20 tahun yang akan datang. Mereka harus dapat mengikuti pelatihan atau pelatihan ulang. Angkatan kerja baru harus bisa mendapatkan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, sehingga dapat membantu dalam memperoleh pekerjaan yang baik.
Apa yang kita miliki saat ini belum dapat membantu para pekerja baru karena belum adanya sistem sertifikasi dan kualifikasi secara nasional untuk seluruh sektor kegiatan ekonomi. Program-program Pendidikan dan Pelatihan Kejuruan pada umumnya belum menerapkan kompetensi yang berkaitan dengan lapangan kerja.
Sejalan dengan itu, PPPGT / VEDC Malang telah mengembangkan Program Less Favoured ( LF ) yang dilaksanakan sejak tahun 1995 sampai saat sekarang.

PROGRAM LESS FAVOURED ( LF )
1. Pengertian
Program LF (Less Favoured) adalah merupakan program sosial PPPGT/VEDC Malang yang diperuntukkan bagi remaja putra maupun putri yang berkemauan keras untuk maju dan berkembang terutama dari kalangan keluarga kurang mampu/ekonomi lemah.
Program ini dilaksanakan dengan harapan mampu untuk membekali peserta dengan kemampuan dan keterampilan dalam bidang skill, kedisiplinan serta etos kerja yang tinggi sehingga setelah program selesai diharapkan peserta memiliki kompetensi yang pada akhirnya mampu dan dapat diterima bekerja di industri.

2. Tujuan

Mengangkat generasi muda dari kalangan ekonomi lemah untuk dapat mandiri dan memiliki kesempatan ikut berpartisipasi dalam pembangunan.

Membantu menyalurkan tenaga kerja terampil yang telah dibekali dengan skill administrasi kesekretaiatan kantor ke industi dan lembaga yang membutuhkan
Membantu usaha pemerintah untuk menyediakan lapangan pekerjaan serta mengentaskan generasi muda dari pengangguran dan kemiskinan

Membantu pemerintah dalam meningkatkan peranan generasi muda terampil dalam pembangunan Mendidik tenaga terampil melalui program Less Favoured dalam bidang Administrasi Perkantoran dan bengkel, sehingga kualitas kerja dan kemampuan kerjanya meningkat.

3. Target

  • Terjalinnya hubungan kerjasama dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga sekretaris terampil
  • Didapatkannya silabus pelatihan bagi less favoured untuk tenaga administrasi yang didasarkan kepada kebutuhan di lapangan kerja
  • Mengupayakan sejauh dimungkinkan prinsip sustainable untuk program less favoured administrasi di masa mendatang dan praktik lapangan
  • Memberikan materi sekretaris bengkel


4. Implementasi
Program LF yang diimplementasikan di PPPGT/VEDC Malang terdapat dalam beberapa kompetensi, yakni :
- LF Administrasi
- LF Spooring Balancing
- LF Kerja Kayu

Pada paparan kali ini, penulis mengambil salah satu program yakni Program LF Administrasi.

PROGRAM LF ADMINISTRASI
Sejalan dengan perkembangan kebutuhan di dunia Industri sebagai pengguna lulusan, semakin tahun semakin meningkat jumlah peserta program LF. Hal ini dipicu dengan semakin bertambahnya pelanggan PPPGT/VEDC Malang yang mengetahui adanya program. Disisi lain, hal ini menjadikan mutu dari lulusan yang harus selalu ditingkatkan isi materinya.

1. Kerangka Program
Agar peserta LF berhasil dalam melaksanakan tugas, baik masih di PPPGT/VEDC Malang maupun di Industri kelak, maka perlu dibuatkan Kerangka Program Diklat LF sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
Pada dasarnya, Kerangka Program merupakan sebuah kerangka yang dibuat bersama antara PPPGT/VEDC Malang dengan Industri sebagai pengguna lulusan LF. Hal ini dilaksanakan karena materi yang disajikan harus sesuai dengan kebutuhan end user dalam hal ini industri.
Sebagai pengguna lulusan LF, peran Industri sangatlah penting. Sebab selain untuk menentukan jenis materi yang diberikan sekaligus sebagai kontrol aktivitas yang pada akhirnya memberi keuntungan pada Industri pula.

Kerangka Program Diklat :

1. Training Skill, 2 minggu
a. Pengenalan Komputer dan sistem DOS
b. Windows (MS Office & Excel)

2. Pengenalan, 1 minggu
a. Institusi dan peraturan PPPGT/VEDC Malang
b. Pengenalan staf dalam linkungan kerja terkait
c. Sistem penomoran dan filing surat

3. Praktik kesekretariatan, 48 minggu

a. Correspondence
b. Telephon Personality
c. Filing System
d. Customer Service
e. Pengolahan Data
f. Administrasi Peralatan
g. Komunikasi dalam hubungan kerja

4. Tugas Individu, 2 minggu

Total waktu 51 minggu

Didalam imlementasinya, Program LF Administrasi yang telah dilaksanakan di PPPGT/VEDC Malang, telah dilaksanakan diPPPGT/VEDC Malang mulai tahun 1993 – 2007

2. Kewajiban
Kewajiban merupakan tanggungjawab dari PPPGT/VEDC Malang maupun Industri dalam rangka menerima lulusan program LF Administrasi. Kewajiban tersebut bias dibagi menjadi beberapa aktivitas, antara lain :

Kewajiban PPPGT/VEDC Malang :

  • Melaksanakan rekruting calon peserta
  • Melaksanakan pelatihan sesuai bidang yang diinginkan pihak Industri
  • Melakukan pembinaan dan disiplin mental sehingga calon peserta memiliki etos kerja yang diinginkan pihak industri
  • Memberikan semua fasilitas pelatihan kepada peserta
  • Memberikan penggantian kepada Industri apabila dalam masa percobaan yang bersangkutan dinilai tidak kompeten

Kewajiban pihak Industri
  • Memberikan tempat untuk on the job training
  • Melaksanakan evaluasi tentang kompetensi peserta program LF
  • Menerima / mencarikan tempat kerja bagi peserta yang selesai menjalani semua tahapan pelatihan diatas
  • Mengganti biaya pelatihan sebesar 50 % dari keseluruhan biaya yang dikeluarkan bagi peserta yang telah direkrut dan dilatih di PPPGT/VEDC Malang


PENUTUP
Industri sebagai pengguna lulusan LF mulai tumbuh dan berkembang. Sejalan dengan hal tersebut, pengelolaan program LF mulai diperbaiki dari tahun ke tahun. Sejalan dengan perkembangan jumlah peserta berarti program Corporate Social Responsibility yang dilaksanakan PPPGT/VEDC Malang mulai terlihat hasilnya.
Kerjasama dari semua stakeholder sangat diperlukan agar program sosial yang mengangkat derajat kaum tidak mampu tidak hanya dalam program tetapi bisa diimplementasikan dalam kehidupan nyata.

REFERENSI

PPPGT/VEDC Malang ( 1993 ), Rencana Kerja Tahunan, PPPGT/VEDC Malang
PPPGT/VEDC Malang ( 2000 ), Laporan Tahunan 2000, PPPGT/VEDC Malang
PPPGT/VEDC Malang ( 2005 ), Laporan Tahunan 2005, PPPGT/VEDC Malang


Kamis, Oktober 11, 2007

Mengapa mahasiswa banyak yang gagal ujian ?

Kalau dilihat dari logika dibawah ini, sebenarnya bukan salah sang mahasiswa bila ia tidak lulus ujian, belajar pun tidak sempat.... Tahukah Anda, setahun itu hanya ada 365 hari, yang kita tahu sebagai tahun akademik mahasiswa ?. Mari kita hitung !
Hari Minggu; 52 hari dlm setahun, Anda pasti tahu kalau hari minggu untuk istirahat.
- Hari tersisa tinggal 313.
Hari Libur (Nasional maupun Internasional); Tak kurang dari 13 hari libur setahun.
- Hari tersisa tinggal 300.
Liburan sekolah; Jelas semua siswa akan berlibur dan tidak akan belajar biasanya sekitar 2 bulan lebih, anggaplah sekitar 60 hari.
- Hari tersisa tinggal 240.
TIDUR 8 Jam sehari untuk kesehatan; berarti 120 hari terpakai.
- Hari tersisa tinggal 120.
Tentu kita beribadah kan? paling tidak 1-2 jam kita beribadah, kita alokasikan 25 hari dalam setahun.
- Hari tersisa tinggal 95.
BERMAIN yang juga baik untuk kesegaran dan kesehatan, paling tidak memerlukan 1 jam sehari. Terpakai lagi 15 hari.
- Hari tersisa tinggal 80.
MAKAN! paling tidak selama satu hari kita habiskan 2 jam untuk makan/ minum (makan pagi, siang, sore), hilang lagi 30 hari.
- Hari tersisa tinggal 50.
Jangan lupakan, Manusia adalah makhluk sosial, butuh berinteraksi dengan orang lain, kita ambil 1 jam perhari untuk berbicara. 15 hari terpakai lagi.
- Hari tersisa tinggal 35.
Kita pun bisa sakit; paling tidak 5 hari dalam setahun, sudah cukup mewakili.
- Hari tersisa tinggal 30.
Ujian itu sendiri biasanya dilaksanakan selama 2 minggu per semester berarti, 24 hari sudah teralokasi untuk ujian.
- Hari tersisa tinggal 6.
Nonton dan jalan-jalan paling tidak 5 hari dalam setahun.
- Hari tersisa tinggal 1 hari.
Satu hari yang sisa itu kan HARI ULANG TAHUN !
"Masa' belajar sih?"
Selamat bagi Mahasiswa yg tidak lulus-lulus.
Anda sekarang punya alasan kuat

Rabu, Oktober 10, 2007

TEKNOLOGI, PENDIDIKAN dan SUMBERDAYA MANUSIA


PENDAHULUAN

Abad 21 telah datang. Banyak kalangan berpendapat bahwa dalam abad ini umat manusia akan mengalami banyak perubahan tatanan kehidupan. Perubahan yang sangat cepat dan mendasar, dipicu oleh pesatnya perkembangan teknologi informasi dan transportasi.

Sekarang, batas-batas antar negara sudah terlewati dengan adanya arus informasi yang setiap saat bergerak semakin bebas dengan jangkauan yang makin meluas ke seluruh penjuru dunia. Hal ini mengakibatkan, pergerakan arus informasi telah mendorong perekonomian dunia semakin terintegrasi. Sebab arus informasi ini telah mendorong semakin cepatnya pergerakan arus manusia dan barang yang dimungkinkan oleh berkembangnya sektor transportasi, tetapi juga memudahkan perpindahan arus modal, baik antar kawasan maupun antar negara.

Dengan semakin terbukanya pergaulan antar bangsa tersebut, menyebabkan setiap negara harus bersaing keras untuk mendapatkan modal bagi pem- bangunannya. Disisi lain, investasi yang dilakukan harus mampu untuk menghasilkan produk yang bisa bersaing di pasar, baik pasar dalam negeri maupun internasional. Hanya dengan kondisi seperti ini, kemajuan bangsa dapat terus berlangsung dan berkembang.

Sejalan dengan hal tersebut, bisa dikaji bahwa kemajuan suatu bangsa secara makro diperlukan sumberdaya manusia / sdm handal untuk menjalankannya. Salah satu pilar sdm adalah dipersiapkannya sejak awal manusia-manusia yang bergerak didalamnya. SDM tersebut bernama Tenaga Pendidik


APA YANG MEMPENGARUHI ?

Terdapat tiga unsur utama yang berpengaruh pada peningkatan produktivitas Mahasiswa sejalan dengan adanya globalisasi, yaitu :

A. Penguasaan Teknologi Informasi

B. Peguasaan Kompetensi Ketrampilan

C. Penguasaan Bahasa Inggris


A. Penguasaan Teknologi Informasi

Tumbuh dan berkembangnya Teknologi Informasi (TI) serta globalisasi ekonomi telah membawa ekonomi dunia dalam sebuah konteks “New Economic” yang dikenal dengan digitalisasi ekonomi. Pesatnya perkembangan TI mempunyai dampak pada perubahan lingkungan bisnis yang semakin kompleks dan kompetitif. Pendorong utama yang menjadi faktor dalam perubahan lingkungan bisnis meliputi Globalisasi ekonomi, Transformasi Industri yang ekonomis, Transformasi perubahan bisnis, serta timbulnya Digital Firm.

Sejalan dengan perkembangan internet, dari data-data dibawah menunjukkan populasi pengguna internet di Indonesia masih sangat terbuka luas untuk dikembangkan sejalan dengan meningkatnya kebutuhan. Sampai dengan tahun 2005, pengguna Internet di Indonesia adalah sebagai berikut :

1. Data data survey yang dikeluarkan oleh IDC, sangat luar biasa, yakni

  • Pertumbuhan customer lewat internet terjadi sekitar 800 persen pertahun sampai akhir 2006.
  • Sampai dengan akhir tahun 2006, jumlah page view sekitar 32 milyar halaman. Jumlah tersebut tahun depan akan meningkat sekitar 49 persen dari jumlah sebelumnya.
  • Di internet sekarang terdapat 716.000 images dan 35.6 juta existing pages
  • Diprediksikan dalam sistem ekonomi baru ini sekitar 1 milliar orang akan terkoneksi internet, walaupun sekarang hanya berjumlah sekitar 200 juta orang saja.
2. Menurut APJII dalam http://www.apjii.or.id, perkembangan jumlah pelanggan dan pemakai internet di Indonesia adalah menunjukkan pertumbuhan angka yang fantastis. Hal ini menggambarkan makin berminatnya pelanggan terhadap perkembangan E-Business dan E-Commerce.

Tahun

Pelanggan

Pemakai


Tahun

Pelanggan

Pemakai

1998

134.000

512.000


2002

667.002

4.500.000

1999

256.000

1.000.000


2003

865.706

8.080.534

2000

400.000

1.900.000


2004

1.087.428

11.226.143

2001

581.000

4.200.000


2005

1.500.000

16.000.000


3. Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi Departemen Perhubungan ( Dirjen Postel) sampai dengan akhir 2005 telah mengeluarkan izin-izin penyelenggaraan sehingga jumlah izin-izin tersebut telah mencapai sesuai dengan table dibawah ini:

JENIS

1999

2000

2001

2002

2003

2004

2005

ISP

50

139

172

180

190

228

232

MULTIMEDIA

8

18

24

24

24

24

24

4. Sementara itu menurut http://www.biskom-majalah, Selasa, 28 Februari 2006 menginformasikan bahwasanya banyak sekali negara yang mengandalkan TI-nya untuk menjadi salah satu pemasok devisa dan penggerak roda ekonomi negara. Salah satunya adalah India. Keadaan India tidak jauh berbeda dengan di Indonesia sebenarnya, tetapi mengapa di Indonesia TI belum dapat dijadikan sebagai salah satu faktor untuk mendorong ekonomi? Salah satu faktor penting penyebab hal tersebut adalah populasi komputer. Populasi komputer di Indonesia masih sangat rendah, perbandingannya adalah satu PC (Personal Computer) untuk 190 orang dari jumlah Populasi Indonesia sebesar 220.000.000 jiwa.


Usaha-usaha yang telah dilakukan
Usaha pemerintah untuk menjadikan peserta didik tidak agar tidak “Gaptek” terhadap internet, adalah dengan mengadakan beberapa aktivitas, antara lain :

a. Kerjasama dengan Lembaga

Kerjasama dengan Telkom untuk pengadaan Internet di Sekolah sekolah seluruh Indonesia, dengan target sejumlah 70.000 sekolah di nusantara. Diharapkan dengan adanya internet masuk sekolah, melalui program “Telkom Internet Goes To School” semua informasi bisa diserap dan diterima dengan cepat.
Untuk tahap awal Bappenas dan PBB membangun pusat computer dan koneksi internet di pedesaan. Tujuh tempat yang dipasangi Telecenter adalah e-Pabelan (Magelang), Madurasa (Muneng, Madiun), Semeru (kertosari, Lumajang), Lalupu (Kendari), Gorontalo (Tuladengi, Gorontalo) dan di Papua.


b. Kerjasama antar negara

Pemerintah Indonesia bekerjasama dengan Pemerintah Inggris yang telah memberikan fasilitas akses website kepada sekolah-sekolah di Indonesia agar dapat berhubungan dengan sekolah-sekolah di Inggris. Akses internet yang dapat menghubungkan sekolah di Indonesia dengan sekolah di Inggris itu melalui www.globalgateway.org. Hal ini merupakan kolaborasi koneksi yang bagus karena bisa menghubungkan sekolah-sekolah di seluruh dunia. Dengan terhubungnya sekolah di Indonesia dengan sekolah di Inggris maka akan dapat meningkatkan hubungan orang per orang antara siswa, guru maupun kepala sekolah. Disisi lain diharapkan ke depan bisa terjadi pertukaran pelajar, pertukaran guru dan kepala sekolah.
Selain dengan Inggris, pemerintah juga sudah mengembangkan dengan beberapa negara lain, seperti Jerman, Australia, Belanda, Malaysia dan Singapura.
Sampai saat ini tercatat sebanyak 91 sekolah yang telah menggunakan akses ke website tersebut.

c. Bekerjasama dengan Oracle

Sembilan atau sepuluh tahun lalu, barangkali bisa dihitung dengan jari sekolah di Indonesia atau Jakarta yang mempunyai akses Internet. Hari ini, di Jakarta, akses Internet telah menjadi barang wajib di sekolah, terutama di sekolah swasta.
Sebagian sekolah telah memiliki situs sendiri, sebagian kecil telah melangkah lebih jauh dengan memanfaatkan Internet untuk administrasi pendidikan dan berinteraksi dengan murid atau orang tua murid.
29 April 2006 Pemerintah bekerjasama dengan Oracle Indonesia melangkah lebih jauh dengan menyediakan situs komunitas sekolah, yaitu Think.com-- http://www.think.com/en_id/. Situs ini ditujukan bagi sekolah tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.
Saat ini Think.com ada di 27 negara dengan lebih dari 275 ribu pengguna.

d. Malang sebagai kota Pendidikan Internasional

Bulan Mei 2005, Walikota Malang di VEDC Malang telah mendeklarasikan Malang sebagai kota Pendidikan Internasional. Ini berarti semua mahasiswa dari negara lain bisa mengenyam pendidikan di Malang. Sejalan dengan itu Walikota juga sudah mencanangkan Malang sebagai Cybercity. Artinya kita bisa mengakses internet secara bebas dari mana saja melalui titik titik hotspot yang dipasang diberbagai tempat. Sampai saat ini memang belum banyak yang dipasang, salah satu kendala yang ada adalah bagaimana kerjasama dengan tempat tempat internet yang ada dipinggir jalan

e. Usaha pembangunan TV Edukasi

Masih ingat Televisi Edukasi (TV-E) yang diluncurkan Oktober 2005 lalu. Media elektronik untuk pendidikan itu dirintis oleh Pusat Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan (Pustekkom), lembaga yang berada di bawah Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas). Ini untuk memberikan layanan siaran pendidikan berkualitas yang dapat menunjang tujuan pendidikan nasional.
Di Malang dan sekitarnya, TV-E ada di tiga tempat yakni di SMKN 4 Malang, SMKN 1 Singosari.SMKN 1 Purwosari. Keterjangkauan siarannya, ketercapaian program maupun keberhasilan isi dan manfaat masih harus dikaji lebih lanjut


Ada berita yang menggembirakan. Boleh percaya boleh tidak, berdasarkan survei IBM Corp dan majalah Inggris, The Economist, ( april 2006) kesenjangan digital antara negara maju dan negara berkembang bukannya melebar, tapi malah menyempit. Ini berkat meluasnya penggunaan ponsel dan akses Internet.
Negara yang menduduki posisi teratas dalam hal akses Internet dan penggunaan ponsel adalah Denmark dengan skor 9.00, disusul Amerika Serikat dan Swiss dengan nilai 8,88 dan 8,81. Dari kawasan Asia, Singapura menduduki posisi ke-13 dengan skor 8,24, India dan Cina di urutan ke-53 dan ke-57 dengan skor 4,25 dan 4,02. Yang paling rendah adalah Azerbaijan dengan skor 2,9.
Menurut Peter Korsten, Direktur Eropa Institute for Business Value IBM, hampir semua negara mengalami peningkatan skor, terutama negara berkembang. "Ini pertama kalinya kami melihat kecenderungan yang sama antara negara maju dan berkembang dalam hal konektivitas," ujar Korsten.


B. Penguasaan Kompetensi Ketrampilan

Penggunaan kompetensi sebagai asas pelbagai aspek Pengembangan Sumberdaya Manusia kini semakin menjadi satu trend dalam mewujudkan satu organisasi pembelajaran. Kompetensi sekarang telah muncul untuk membedakan antara job knowledge dengan underlying behaviours seseorang yang bekerja di dalam organisasi.
Sekarang, hampir 70% perusahaan mempersyaratkan model model kompetensi bagi perekrutan pegawai baru yang berguna untuk meningkatkan prestasi dan produktivits perusahaan.
Secara umum, pengertian dan aplikasi kompetensi dapat dijabarkan sebagai berikut :

1. Pengertian Kompetensi

Kemampuan yang dilandasi oleh pengetahuan, ketarampilan dan sikap kerja untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaan

2. Standar Kompetensi

Standar kompetensi adalah rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan.

3. Jenis Standar Kompetensi

a. Standar perusahaan atau enterprise standard
adalah standar yang ditetapkan oleh suatu perusahaan atau industri perusahaan mac-donald, pizza hut, toyota, BMW,dsbnya

b. Standar kompetensi jabatan
adalah standar yang dikembangkan mengacu kepada jabatan-jabatan yang ada pada institusi/lembaga/industri sebagai penjabaran struktur organisasi

c. Standar kompetensi khusus,
adalah standar pada bidang tertentu yang dirumuskan dan ditetapkan oleh institusi atau organisasi nasional/internasional misal dibidang pengelasan, perminyakan, penerbangan dsbnya.

d. Kompetensi Standar model RMCS ( Regional Model of Competency Standard)
adalah standar yang dikembangkan berdasar pada tugas atau pekerjaan yang dibutuhkan dari suatu bidang keahlian pada sesuai dengan jenis dan sektornya dan dirumuskan kedalam unit kompetensi

Indonesia memakai standar ini, karena :

Berbasis pada kebutuhan industri (luas)
Multi skills:
- Task skills
- Task managements skill
- Contingency management skill
- Job/role environment skill

4. Mengapa Standar Kompetensi dibutuhkan ?

a. Untuk institusi pendidikan dan pelatihan

  • Memberikan informasi untuk pengembangan program dan kurikulum
  • Sebagai acuan dalam penyelenggaraan pelatihan penilaian, sertifikasi

b. Untuk dunia usaha/industri dan penggunaan tenaga kerja

  • Membantu dalam rekrutmen
  • Membantu penilaian unjuk kerja
  • Dipakai untuk membuat uraian jabatan
  • Untuk mengembangkan program pelatihan yang spesifik berdasar kebutuhan dunia usaha/industri

c. Untuk institusi penyelenggara pengujian dan sertifikasi

  • Sebagai acuan dalam merumuskan paket-paket program sertifikasi sesuai dengan kulifikasi dan levelnya.
  • Sebagai acuan dalam penyelenggaraan pelatihan penilaian dan sertifikasi

5. Usaha usaha yang telah dilakukan
Adanya Kurikulum Berbasis Kompetensi, dimana semua kebutuhan daerah bisa diadaptasikan didalamnya. Artinya kurikulum tidak menjadi kaku dan tidak mampu mencerna kebutuhan yang ada. Dengan adanya KBK, banyak hal yang bisa dilakukan di daerah
Tentang kompetensi yang ada di Indonesia, telah ditetapkan sebanyak 55 jenis kompetensi. Sudahkan anda memiliki salah satunya ?



Contoh kebutuhan kompetensi :

Ribuan Tenaga Kerja Sektor TI Diharapkan Dapat Sertifikasi Rabu, 01 Pebruari 2006, TEMPO Interaktif
Pemerintah mentargetkan 400 ribu tenaga kerja yang bergerak di bidang teknologi informasi memiliki sertifikat kompetensi. Dengan begitu, tenaga kerja Indonesia akan mendapatkan pengakuan dan diperlakukan sama.
“Sertifikasi akan dilakukan secara bertahap, minimal 10 persen setiap tahunnya,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Departemen Komunikasi dan Informatika Aizirman Djusan di Jakarta.
Selama ini, kata Aizirman, Indonesia belum mempunyai standarisasi sehingga uji kompetensi harus dilakukan di luar negeri. Tapi sekarang Indonesia sudah memiliki alat standardisasi, sehinga tidak perlu ke luar negeri. “Cukup di Indonesia.”
Aizirman menjelaskan, uji kompetensi saat ini sudah dapat dilakukan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Telematika yang berada di bawah Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). “Murah, cukup Rp 250 ribu,” ujarnya. Saat ini jumlah tenaga kerja yang bergerak di bidang teknologi informasi sekitar 4 juta orang.

C. Penguasaan berbahasa Inggris
Globalisasi adalah proses perkembangan suatu kebudayaan yang mendunia. Kemajuan yang cepat dibidang informasi, telekomunikasi, dan transportasi telah membawa setiap negara dan masyarakat ke dalam suatu kebudayaan internasional, yakni kebudayaan yang unsur-unsurnya menjadi bagian dari kegiatan pergaulan antar bangsa dalam berbagai bidang.
Mengapa Bahasa Inggris dibutuhkan ? Dalam beberapa ciri pokok kebudayaan internasional dibawah ini bisa dilihat sejauh mana bahasa inggris sangat dibutuhkan.

a. Kegiatan yang makin "terikat" oleh pengendalian (control). Baik melalui sistem jadwal pribadi maupun sistem manajemen yang makin canggih. Ini berarti bahwa mereka yang secara langsung terbawa oleh arus kebudayaan internasional itu harus makin meningkat kemampuan mengikuti sistem pengendalian itu dengan meningkatkan disiplin, etos kerja, dan bahasa

b. Persaingan yang makin ketat karena dalam arena internasional, berbagai kegiatan, baik bisnis dan industri, maupun sosisal, kesenian, dan akademis, makin meningkat kualitasnya. Dengan demikian, untuk memperoleh "perhatian" dan "pembeli" diperlukan daya saing yang kuat. Ini berarti bahwa mereka yang ikut serta dalam persaingan itu harus memiliki kemampuan teknis profesional yang tinggi serta daya cipta yang peka akan berbagai perubahan. Kalau tidak, mereka hanya akan menjadi "jago di kandang sendiri".

c. Kemampuan profesional, baik teknis maupun manajerial, sangat dipentingkan. Dalam dunia yang makin penuh persaingan, mak kemampuan profesional menjadi sangat diperlukan. Mereka yang tidak mempunyai kemampuan profesional yang sesuai akan tersisihkan dari pergaulan internasional.

d. Kegiatan/hasil kerja tim lebih dipentingkan daripada perorangan. Dalam dunia yang makin maju, dimana kemampuan individu sudah tidak lagi memadai menghadapi berbagai tantangan yang ada, maka kinerja kolektif menjadi lebih menonjol. Karya-karya besar, bahkan di bidang iptek dan kesenian.

Budaya
Interaksi antara bangsa dalam era globalisasi ini makin meningkat. Globalisasi perdagangan menjadikan interaksi antara bangsa bukan hanya sebagai persahabatan saja, tetapi sudah merupakan interaksi yang diliputi oleh persaingan, negosiasi, untuk mencari keuntungan. Didalam negeri kita sendiri dalam perdagangan dan persaingan usaha, masing-masing suku mempunyai budaya yang berbeda dan penempatan nilai-nilai values yang berbeda juga Adanya perusahaan multinasional, penanaman modal asing, dan pemilikan saham oleh perusahaan asing, telah menimbulkan terjadinya pertukaran budaya yang intensif. Termasuk dalam kehidupan diluar jam kerja. Khususnya dalam persaingan global perlu kita mengenali budaya dan nilai-nilai yang diyakini oleh pesaing ataupun partner kita.
Farid Elashmawi, dalam bukunya Competing Globally, Mastering Multicultural Management and Negotiations, telah memberikan gambaran bagaimana bangsa-bangsa tertentu menempatkan nilai-nilai dalam urutan yang berbeda.
Dari 20 katagori nilai-nilai yang diajukan, yaitu Group Harmony, Competition, Seniority, Cooperation, Privacy, Openness, Equality, Formality, Risk Taking, Reputation, Freedom, Family Security, Relationship, Self-reliance, Time, Group Consensus, Authority, Material Possesions, Spiritual Enlightenment, Group Achievment., telah dapat disusun urutan seperti dibawah ini.


AMERIKA

JEPANG

KOREA

THAI

INDONESIA

ARAB

Equality

Relationship

Family

Seniority

Seniority

Seniority

Freedom

Gr Harmony

Cooperation

Reputation

Reputation

Spiritual

Openness

Family

Relationship

Cooperation

Gr Harmony

Reputation

Self-Reliance

Freedom

GrHarmony

Authority

Family

Family

Cooperation

Cooperation

Spiritual

Relationship

Relationship

Author

Sedang diantara bangsa Cina dari beberapa negara yang berpenduduk mayoritas Cina, didapatkan gambaran sebagai berikut

CHINA

TAIWAN

HONGKONG

SINGAPORE

Equality

Competition

Competition

Relationship

Freedom

Family

Relationship

Family

Family

Reputation

Reputation

Openness

Gr Harmony

Seniority

Time

Cooperation

Cooperation

Authority

Wealth

Freedom

Competition

Wealth

Authority

Equality

Bagi para mahasiswa, pengusaha maupun diplomat kita, pengetahuan mengenai nilai-nilai dan kebiasaan tiap bangsa perlu diketahui dan dikenali secara baik. Apalagi dalam mengembangkan ekspor yang berubah, dari produk pertanian primer menjadi produk agro olahan, maka pasarpun akan berubah. Sehingga pengetahuan kita mengenai berbagai aspek dari budaya pembeli kita menjadi penting.
Jadi, dalam menghadapi persaingan dalam era globalisasi ini ada beberapa hal yang perlu dimengerti.

  • Pertama, pasar dalam negeri adalah bagian dari pasar global yang harus kita rebut, melalui penguasaan teknologi informasi
  • Kedua, produktivitas perlu mendapat perhatian sebagai faktor yang penting dalam pertumbuhan, melalui kompetensi ketrampilan yang selalu berkembang
  • Ketiga, pengetahuan mengenai budaya dalam masyarakat perdagangan yang mengglobal dan bersifat multikultural, melalui pola berbahasa yang bersifat universal


Joko Win
Makalah Seminar Februari 2007