Tampilkan postingan dengan label PELAJARAN PERJALANAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PELAJARAN PERJALANAN. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Oktober 11, 2008

LEBARAN 2008

Lebaran kali ini ada yang menarik.
Akhirnya lebaran 2008 datang jua. Minal Aidin wal Faizin. Mohon Maaf lahir dan Batin.
Baru kali ini, lebaran di Indonesia semua bersamaan waktunya. Setelah beberapa tahun selalu berbeda. Menurut NU hari ini, menurut Muhammadiyah hari lainnya. Selalu berbeda.
Kalau menurut saya, saya akan berlebaran sesuai dimana saya tinggal. Kalau pas di kota Malang, ya ikut lebaran umumnya di kota Malang. Selagi di Madiun, ya ikut umumnya lebaran di Madiun. Yang penting percaya, yakin dan dijalani saja. Easy going aja lah…
Dalam manajemen ada istilah 10, 30, 60 artinya kalau ada sesuatu yang berbeda atau pendapat yang baru, ada 10 % yang setuju, 60 % yang tidak setuju dan 30 % ya ikut sana ya ikut sini… jadi saya yang 10 % aja…

Lebaran kali ini ada yang ajaib.
Sebulan sebelum lebaran saya dan isteri belum bisa membayangkan bagaimana zakat kami bayar, sodaqoh kami laksanakan. Belum ada bayangan. Yang ada sejumlah doa kami panjatkan sepanjang bulan puasa, agar rejeki yang kami peroleh bisa berbagi dengan lingkungan sekitar yang membutuhkan. Dan… muncullah keajaiban itu. Seminggu sebelum lebaran, ada rejeki yang kami peroleh. Alhamdullillah. Gusti Alloh menunjukkan kuasanya. Ada yang berbagi rejeki dari system yang ada, sehingga kami bisa berzakat, bersodaqoh sesuai dengan ajaran Nabi. Jadi, jangan pernah berhenti berdoa. Dada menjadi lapang, langkah menjadi ringan.

Lebaran kali ini ada yang haru.

Pertemuan keluarga trah Sulaeman Hardjosudarmo dilaksanakan di rumah adikku di Singosari Malang. Ada sekitar 60 orang yang hadir. Ada yang sudah sepuh. Ada yang sudah punya putra putrid baru. Ada yang sedang hamil. Ada yang baru menikah. Semua ramai. Senang, bahagia. Makan enak, perut kenyang, hati senang.
Saya menyerahkan 2 buah frame foto orang tua. Sebuah berukuran 50/90 cm foto tahun 1955 ketika bapak ibu masih lajang . Foto lain ukuran 50/70 cm yang menunjukkan foto bapak dan ibu sedang ketawa dalam umurnya yang sudah sepuh di tahun 2008. Semua yang hadir hanya bisa terlihat ketawa campur haru…
























Lebaran kali ini ada yang baru.
Kami sekeluarga diundang untuk kenalan dengan orang tuanya pacarnya anakku yang pertama. Kami bertemu di rumah makan Bale Air miliknya di daerah Pandaan. Kami berbincang layaknya saudara yang lama tak bertemu. Sambutan keluarga yang hangat dan Makanan yang lezat. Semua tidak bisa diungkapkan dengan kata. Terima kasih Pak Sus dan keluarga. Juga buat Prita kekasih anakku pertama.

Lebaran kali ini ada musik.
Sejak dulu saya suka main gitar. Demikian juga anak-anak. Saya usahakan mereka bisa bermain gitar. Baru lebaran kali ini, kami membeli gitar Yamaha yang baru. Harganya lumayan untuk ukuran kantong saya. Sekarang denting gitar sudah terdengar setiap hari. Bermusik untuk menemani waktu sehari hari. Indahnya ….

Lebaran kali ini ada peningkatan.
Kali ini, saya menerima sms lebaran sebanyak 134 sms. wow... luar biasa. Berarti jumlahnya meningkat dari tahun tahun kemarin. Tahun ini saya mendapatkan sms dari teman dikantor lama dan teman dikantor baru. Otomatis jumlahnya meningkat 100 %. Alhamdullillah masih diingat teman lama. Semoga saya tetap bisa menjaga ingatan dan kenangan yang ada.

Lebaran kali ini...



JOKO WiN
1 Oktober, Lebaran 2008





Jumat, September 19, 2008

BUKA PUASA : TAHU GORENG

Puasa tahun 2008 ini serasa istimewa.
Kami sekeluarga bisa menjalani semuanya.
Sahur selalu jam 3 pagi. Selalu tersedia Makanan lengkap. Nasi, sayur, always plus tempe goreng, lauk lainnya. Plus Kopi susu dan air putih. Istri saya sudah menjalaninya dan membuatnya bertahun-tahun.

Jadi kalau jaman sekarang musimnya sertifikat standard kompetensi sebagai bukti kelulusan ketrampilan, isteri saya termasuk yang belum lulus dalam membuat kopi susu. Karena apa? Sampai hari ini, selalu dan selalu membuatnya setiap hari selama 23 tahun usia perkawinan kami. Dan belum pernah mendapat sertifikat ketrampilan membuat susu….. he he he….


Yang menarik, pas buka puasa.
Minum teh hangat dilanjutkan dengan tahu goreng plus sambal kecap. Baru makan bersama. Isteri saya selalu dan selalu menyediakan tahu goreng dengan sambal kecap. Rasanya nikmat. Tahu goreng menjadi semacam kewajiban sore hari. Pernah satu hari, tahu goreng diganti dengan roti.
Apa yang terjadi ?
Semua tanya, where is the tofu fries, Mum ?
Artinya kira kira mannnnnaaaa tahu gorengnya Bu ?



Jika ditilik dari sesuatu yang dibuat oleh isteri saya, dalam pemasaran disebut dengan Brand Image. Dengan adanya Brand Image, suatu produk menjadi tampak menonjol. Jika dikemas dengan benar, brand image yang sederhanapun bisa menjadi luar biasa. Bisa membuat seseorang menjadi ketagihan. Seperti yang kami alami setiap sore, kami selalu ketagihan tahu goreng.

Isteri saya telah menciptakan brand image dari kebiasaannya membuat sesuatu yang beda dengan lainnya dalam setiap buka puasa : Tahu Goreng.
Siapa mau meniru ?

JOKO WiN
September 2008
Puasa hari ke 18

Selasa, September 16, 2008

KAMUS BAHASA MADIUN


KAMUS BAHASA ? BAHASA MADIUN ? Wuihhhhh.... judulnya kelancipen. Judulnya aja sudah menunjukkan kebesaran isinya. Pasti hebat dan berguna..... Apa iya !!!!

Saya memang lahir di Madiun. Sebuah kota di Jawa Timur yang sangat terkenal dengan produk Kereta Apinya. Terkenal juga dengan Nasi Pecelnya. Karena disetiap pojok jalan pasti ada orang jual pecel. Full 24 jam. Apalagi Nasi pecel yang dijual oleh si mbok mbok gendong. Dengan 1500 rupiah bisa makan pecel dengan lauk peyeknya yang kemriyek. Murah Meriah. Rasanya, jangan ditanya. Dijamin mengenakkan lidah. Huaaaahhhhhhhh ..... pedesnya.....

Lho mana kamus bahasanya ? Koq malah membahas pecel.

Setelah menikah, saya tinggal di Malang. Tepatnya di Singosari, tempat Ken Arok dan Ken Dedes memadu kasih. Sampai hari ini sudah 24 tahun saya tinggal di kota yang sejuknya bisa dinikmati dari pagi, siang, malam sampai pagi lagi. Dengan ketinggian 464 m up sea level, suhu siang 24 derajat C dan malam mencapai 17 derajat C, Singosari memang udaranya layak untuk dinikmati. Fresh from the Arjuno mountain.

Lho mana kamus bahasanya ? Koq malah membahas Singosari.

Terkait dengan dua tempat diatas, saya mencoba membandingkan bahasa yang dipakai diantara kedua daerah tersebut. Antara Madiun dan Malang


BHS MADIUN......BHS MALANG........ARTINYA
Jingklong............Nyamuk..............Nyamuk
Umblug..............Ngapusi...............Menipu
Tetek iyek.........Jantrung...............Capung Kecil
Dhodhok erok.....Jantrung...............Capung Besar
Nylenthet..........Mbolos.................Gak masuk sekolah

Gung................Durung.................Belum
Dhik engke........Mengko.................Nanti
Mak Jegagik.......Ndadakno..............Tiba-tiba
Piye................Yok opo................Bagaimana

yang lainnya menyusullllll........

Lho hanya itu yha ?
Pembukaannya saja yang panjang.
Kamusnya masih minim.
Siapa mau nambah ?



JOKO WiN
September 2008


Jumat, September 12, 2008

THE WAY WE WERE

THE WAY WE WERE. Sebuah lagu lama dari Barbra Streisand pagi ini saya dengar di radio yang ada di kamar tidur.
Saya jadi tersenyum.
Sendirian.

Lagu itu mengingatkan perjalanan kisah kasih saya dengan kekasih saya yang sekarang telah menjadi isteri saya.
Lagu itu pula yang menyertai kami berdua dari waktu ke waktu.
Karena tahun 1982, saya beli satu kaset, berisi 20 lagu semuanya lagu The Way We Were.
Kaset itu sekarang masih tersimpan rapi dan sering saya dengarkan lagu-lagunya.
Sentimentil banget yha...

Pagi ini.
Sesampai di kantor, saya buka internet.
Dengan profesor saya yang paling pintar sedunia yang bernama Google.com saya searching the way we were mp3.
Dengan harapan lagu-lagu bisa saya setel di komputer.
Hasilnya ?
Ada 6.600.000 folder yang bisa saya buka.
Semua menginformasikan tentang The Way We Were.
Luar Biasa.....

Akhirnya saya bisa men-download beberapa lagu The Way We Were dari beberapa penyanyi.
Lagunya sama, cara menyampikan dengan banyak improvisasi.
Ada Pop, Jazz, Jazzy, R&B, Remix, New wave dsb. Wis, pokok-e komplit.

Mau tau liriknya ? Nih, saya hafal banget :

Memories
Like the corners of my mind
Misty watercolor memories
Of the way we were

Scattered pictures
Of the smiles we left behind
Smiles we gave to one another
For the way we were

Can it be that it was all so simple then
Or has time rewritten every line
If we had the chance to do it all again
Tell me - would we? could we?

Memories
May be beautiful and yet
What’s too painful to remember
We simply choose to forget

So it is the laughter
We will remember
Whenever we remember
The way we were
The way we were


Indah kan?
Kadang hidup ini bisa berkaca dari pengalaman masa lalu.
Agar tidak lupa diri, mau mawas diri dan bisa menjadi pijakan jalan ke depan.


The way we were telah menjadikan dan mempersatukan cinta kami.
Berjalan dengan apa adanya

JOKO WiN
September 2008
Puasa hari ke empatbelas

Senin, September 01, 2008

PUASA 2008

Hari ini puasa hari pertama. Ada yang baru bagi saya.
Ini puasa pertama saya di institusi baru yang sekarang saya ada disana.
Di institusi ini, saya mencoba untuk mengusulkan agar ada BUKA PUASA BERSAMA yang dilaksanakan dari rumah ke rumah. Satu rumah dikunjungi kurang lebih 10 orang. Hal ini selain buka puasa bersama termaksud didalamnya untuk silaturahim antar teman kerja. Dari sisi hubungan kekeluargaan juga menjadi jembatan yang baik bagi hubungan sesama.
Alhamdullilah, beberapa orang setuju untuk mengundang buka puasa bersama.
Semoga puasa kali ini akan menjadi lebih bermakna.


Ketika puasa akan tiba, saya menerima sebanyak 43 sms yang intinya mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa. Tetapi cara penyampaiannya tidak ada yang sama satu dengan lainnya. Saya akan tuliskan beberapa diantaranya :

  1. Jika hati seputih awan, jangan biarkan ia menjadi mendung. Jika hati seindah bulan hiasi ia dengan iman. Marhaban ya ramadahan. Maka dengan kerendahan hati kami mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita kembali ke fitri. Amin.
  2. Dulu kita tak sempat, kini mungkin tak dapat, esok wallaahuallam, namun tali silaturahmi tetap terjalin erat, bermaafan walau tangan tak berjabat erat. Marhaban ya ramadhan yang penuh rahmat.
  3. Puasa minangka bentenging diri tumuju drajat ketaqwaan, ngekang diri saking dhedhaharan lan ngunjuk senajan halal, mangka rinaos enteng ngekang sadaya ingkang haram. Duh Gusti Alloh nyuwun kekuatan klawan puasa mugi enteng handindakaken.
  4. Tebing tinggi dapat didaki. Dendanm dihati susah dijajaki. Jelang ramadhan bersihkan hati. Kikis semua benci dan dengki. Mohon maaf sepenuh hati. Semoga kita bisa menikmati ramadhan nan suci.
  5. Jiwa besar kan kita miliki melalui ketinggian ilmu, ketajaman akal, rasa dan kebijakan dalam bersikap. Marilah di bulan yang suci ini kita bersihkan diri dari debu debu dosa dan kotoran kotoran hati yang menghambat kekhusukan dan keikhlasan kita beribadah padaNya. Mohon maaf lahir dan bathin.
  6. Marhaban ya Ramadhan. Ramadhan ini penuh BBM – Bulan Barokah Maghfirah; Tingkatkan PREMIUM – Prei Makan Minum; SOLAR – Sholat lebih rajin dan MINYAK TANAH – Meningkatkan Iman, banyak tahan nafsu dan amarah; serta PERTAMAX – Perangi Tabiat Maxiat. Jangan lupa isi PULSA – puasa lebih sabar. Mohon maaf lahir dan bathin.
  7. Semoga bisa memberikan kebaikan untuk semua.
    Petik Hikmahnya
    Yang singkat itu WAKTU; Yang dekat itu MATI;Yang besar itu NAFSU; Yang berat itu AMANAH; Yang sulit itu IHKLAS; Yang mudah itu BERBUAT DOSA; Yang abadi itu AMAL KEBAJIKAN; Yang diinvestigasi itu AMAL PERBUATAN; Yang akan diaudit itu APA YANG KITA MILIKI; Tetapi yang terindah itu kita mau dan bisa SALING MEMAAFKAN. Bersihkan hati dan sucikan diri jelangRamadhan. Selamat berpuasa. Mohon maaf lahir dan bathin.

Saya jadi berharap, puasa kali ini bisa lebih bermakna dari saat lalu.
Banyak doa dan usaha.
Semoga...

JOKO WiN
1 Sept 2008

Jumat, Agustus 08, 2008

08.08.08


MISTERI. Itu kata orang yang percaya dengan arti angka angka..
Tanggal 8 Agustus 2008 bisa dieja menjadi 08.08.08. Apa bedanya dengan 01.01.01 atau 02.02.02 atau 03.03.03. Jelas beda !!! Katanya angka 08.08.08 merupakan angka yang tidak terputus. Selalu ada alasan untuk sebuah pembenaran.

Banyak acara yang diselenggarakan untuk 08.08.08 sebagai sesuatu yang terkesan khusus, unik dan tidak mudah dilupakan. Acara Melahirkan, Pengantinan, Makan-makan, Jalan-jalan sampai Khitanan. Hari ini di Surabaya ada permintaan 47 bedah Caesar untuk melahirkan, agar harinya pas 08.08.88. Mengherankan… ( sayangnya data dari kota Malang tidak saya dapatkan)

Bagi saya, hari ini ada juga yang luar biasa ( walaupun seringkali biasa diluar ). Hari ini saya mengawali menjadi orang yang bertanggungjawab untuk pembangunan gedung pendidikan dimana saya bekerja. Hari ini harus bertemu dengan perencana, pengawas dan pelaksana konstruksi untuk membahas pembangunan setahun kedepan. Bahkan hari ini juga harus ketemu dengan pak komandan tentara yang bertempat didepan gedung yang sedang dibangun. Intinya informasi dan mohon ijin ( seperti gaya lama : Mohon Ijin ) untuk membangun karena memunculkan kesibukan lalu lintas truk pengangkut material.

Lalu apa yang saya rasakan saat ini ? Saya serasa mendapat ridlo yang lebih dari Gusti Alloh. Diberi sebuah kepercayaan yang harus saya emban. Hal ini tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Bertanggungjawab untuk sebuah amanah. Berat atau ringan ? Doa saya, Alloh selalu meringankan langkah dan laku yang saya jalani.

Tiba tiba pikiran saya jadi lebih longgar. Selonggar yang saya jalani.
Karena anak pertama yang lulusan Arsitektur ITS sudah kerja dan dapat gaji. Anak yang kedua yang kuliah di Desain dan Komunikasi Visual Univ Negeri Malang sudah magang di Jakarta dan dapat gaji juga. Sedangkan anak yang ketiga bisa naik ke kelas 3 SMP dengan rangking yang lumayan bagus. Dan yang lebih longgar lagi, hari ini saya sudah dibayari VEDC Malang untuk kuliah di S3 Univ Brawijaya. Rp. 12.500.000 Bayar terakhir kata mereka yang di VEDC. Karena itu kuliah saya harus cepet rampung.

08.08.08
Hari ini
Saya menjalani dengan apa adanya.
Mengalir begitu saja….


JOKO WiN
08 Agustus 2008

Jumat, Juni 06, 2008

MAKAN

MAKAN. Apa yang istimewa dari makan?
Kita sudah melakukannya sehari hari sepanjang hidup yang sudah kita jalani. Jadi sudah biasa. Kita mempunyai kebiasaan bahwa hal yang sudah biasa kita lakukan, biasanya menjadi hal tidak luar biasa. Makan, minum, tidur, bangun, gosok gigi, pakai sabun, pakai handuk, pakai pakaian kerja, naik kendaraan dsb dsb. Semuanya jadi hal lumrah. Gak ada yang luar biasa.
Tetapi...
Hal yang biasa kita jalani, seringkali menjadi tidak biasa bagi orang lain.
Misalnya kita biasa makan roti dan susu setiap pagi, menjadi tidak biasa bagi yang biasan makan paginya sepiring nasi pecel plus peyek kacang yang mak nyus.
Itu juga nggak biasa bagi yang sarapan paginya cukup dengan kopi tubruk segelas plus rokok sebatang.
Semua selalu berbeda dan menjadi tidak biasa. Tergantung dari sudut mana memandangnya.

Jika kita membicarakan hal yang tidak biasa, ada contoh yang sensasional,.
Aoy ktia lahit dibwaha iin
Iin haisl yagn spektukaler karane menuurt sbeauh penilitean yagn dilaksnaakna olhe Cmabrigde Uinervtisy, tdaik mejnadi maslaah bgaimanaa urtaun hufur-hufur di dlaam sebauh kaat. Ternayta ynag palngi pnteing adlaah leatk hruuf partema dan terkhair itu bnaer. Sedngkaan siasnya biaas brantaaken saam skelai dan kmau maish dpaat mebmacanya tnpaa msaalah. Hal ini kerana oatk masunia tdaik mambeca seitap huurf msaing-msaing, tatepi kaat kesuleruhan.
Manejkubakn buakn?

Kembali ke masalah makan. Dalam pembicaraan makan, ada yang menarik cara orang orang menjualnya.
Warung Makan Tiga Dara Malang. Sewaktu saya makan disana, yang membuat sambal 3 orang mas mas masih muda. Gak ada Daranya sama sekali.
Warung Nasi Pecel mbok Gembrot Madiun. Yang beli. sampai antri antri. Yang jualan, langsing langsing aja, gak ada gembrotnya sama sekali
Bakso Krikil Mas Kribo Jogja. Eh.... yang jualan rambutnya lurus lurus aja, dan baksonya gak kriting juga.
Pasti masih banyak contoh lainnya.
Lalu, apa yang bisa kita tarik dari nama nama warung makan di atas ?
Kesimpulannya adalah PACKAGING alias KEMASAN.
Dalam menjual sesuatu Kemasan adalah sangat penting. Walaupun isinya juga penting. Seringkali PERSEPSI ORANG dimulai dengan melihat kemasan. Apapun produk yang dijual. Kemasan yang menarik membuat nilai barang menjadi bertambah. Kemasan yang buruk, membuat persepsi turun drastis ketitik nadir yang paling bawah.
Banyak contoh yang mengarah ke tujuan tersebut.

Pagi ini,
Saya dan staf sebanyak 20 orang, mengunjungi teman yang habis tertabrak dan operasi tulang.
Habis kunjungan, makan bersama ke warung makan Assalamualaikum.
Wah warung makan apa lagi ini ?
Dari namanya, banyak mengundang tanya.
Tempatnya tepat di depan Kampus Pusat yang megah Universitas Muhammadiyah Malang.
Harganya murah meriah. Rasanya sedap. Walaupun belum Mak nyus. Sekedar cukup untuk mengganjal perut setelah senam pagi bersama.

Pagi ini....
Makan di warung menjadi hal yang tidak biasa


JOKO WiN
Juni 2008